Saturday, November 28, 2009

REZEKI BANYAK DAN BERKAH

Jika anda sudah mengetahui seluk beluk mencari uang dan anda berhasil mengumpulkan banyak uang maka jadilah anda orang yang kaya.
Tapi ingat anda tidak akan tenang sebelum anda mendekatkan diri kepada Allah Pencipta anda dan Pemberi rezeki anda. Maka dekatkanlah diri anda dengan memperbanyak shalat sunnah di samping menjalankan shalat wajib. perbanyaklah membaca al quran, dan perbanyaklah memohon ampunan beristighfar.
Serahkan semua perkara kepada Allah SWt. Sesungguhnya semua yang kita miliki adalah milik Allah dan satu hari pasti akan kembali kepada-Nya.

Saturday, September 26, 2009

SEKARANG ADALAH SAAT YANG MEMBAHAGIAKAN

Kebanyakan kita sering melihat orang lain lebih bahagia daripada kita. Padahal orang lainpun merasakan perasaan yang sama terhadap kita. Kita dianggap oleh orang lain mempunyai nasib yang lebih baik daripadanya. Dan kita menganggap orang lain mempunyai nasib yang lebih baik daripada kita.
Kita sering melihat diri kita banyak kekurangan dan melihat orang lain mempunyai banyak kelebihan. Begitu juga sebaliknya. Jadi siapakah sebenarnya yang lebih bernasib baik jika setiap orang berperasaan demikian?
Setiap orang merasa dirinya banyak kekurangan akhirnya merasa minder, rendah diri dan sedih. Orang lain yang disangka lebih bahagia juga ternyata sama keadaannya.
KUNCINYA adalah rasa syukur setiap saat. Janganlah kita mencari-cari kekurangan yang ada pada diri sehingga terlupa pada apa yang ada pada diri ini. Fokuskan kepada apa yang anda miliki dan manfaatkan sepenuhnya dengan penuh kesyukuran kepada Allah yang telah memberikan apa saja yang ada pada diri dan apa yang anda miliki. Apa yang anda miliki itu walau seakan-akan kecil dan tak berarti, namun sebenarnya di mata orang lain apa yang anda miliki adalah besar.
Jangan lupa bersyukur setiap saat. Sekaranglah saat yang paling tepat untuk anda merasakan kebahagiaan dan kesyukuran. Tidak perlu menunggu-nunggu waktu untuk berbahagia dan bersyukur.
Sesungguhnya jika anda memiliki seluruh tanah yang ada di bumi ini dengan segala isinya, anda akan masih merasakan kurang banyak.
Selamat berbahagia dengan apa yang anda miliki saat ini.

Tuesday, April 29, 2008

KENAPA TIDAK SUKSES

Jika anda merasa kurang sukses dalam hidup anda, maka janganlah menyalahkan orang lain atau menyalahkan organisasi di mana anda berada atau sekolah di mana anda belajar.
Bukankah selain anda ada orang yang sukses meskipun di sekolah yang sama dengan anda, atau di dalam organisasi yang sama dengan anda atau di negara yang anda tinggali.
Berhentilah anda menyalahkan orang lain atau pihak lain. Ini adalah langkah pertama yang harus anda lakukan. Dengan tidak menyalahkan orang lain, maka anda mula menjadi orang yang bertanggung jawab. Anda akan coba mula mencari potensi diri anda. Anda akan coba mula mencari peluang-peluang yang baik untuk anda. Sesungguhnya peluang itu senantiasa ada di depan mata. Hanya kadang-kadang kita saja yang melepaskan peluang tersebut hilang begitu saja.
Mulailah bergerak maju dengan keadaan yang anda miliki saat ini. Banyak orang yang memulakan bergerak dengan keadaan yang lebih parah atau rendah dari keadaan anda. Mereka bisa maju dan mereka bisa lebih maju dari orang yang lebih dulu maju.
Hindarkan penyesalan yang tidak berkesudahan. Hilangkan meratapi ke atas kejadian-kejadian masa lalu yang tidak mungkin terulang lagi. Hadapilah masa depan dengan penuh rasa optimis dan harapan yang cemerlang.
Biarlah yang sudah berlalu biar berlalu. Yang paling penting adalah apa yang di hadapan kita.
Selamat berhasil dan selamat sukses

Wednesday, April 2, 2008

MEMBERI ADALAH PANGKAL KEBAHAGIAAN

"Fa ammaa man a'thaa wat taqaa washaddaqa bil husna fa sanuyassiruhu lil yusra" - antara maksud dari ayat ini adalah barangsiapa yang suka memberi maka akan diberi kemudahan oleh Allah dengan segala kemudahan.
Terbukti dalam semua penelitian bahawa orang yang suka memberi ternyata lebih bahagia daripada orang yang hanya mengharapkan pemberian.
Semaklah tulisan berikut ini:

Hidayatullah. com--Semakin besar uang yang dibelanjakan orang untuk menolong sesama, atau dalam rangka memberi hadiah untuk orang lain, maka si dermawan tersebut akan bertambah bahagia. Demikian hasil kajian Elizabeth Dunn, pakar psikologi dari University of British Columbia, Vancouver, Kanada.
Rincian penelitian ini diterbitkan baru-baru ini di jurnal ilmiah terkemuka dunia, Science, volume 319, tanggal 21 Maret 2008. Dimuat di halaman 1687-1688, karya ilmiah mengejutkan itu terpampang dengan judul “Spending Money on Others Promotes Happiness” (Membelanjakan Uang untuk Orang Lain Meningkatkan Kebahagiaan) .
Memenangkan undian atau kuis berhadiah uang miliaran barangkali merupakan simbol kebahagiaan. Namun, penelitian terkini tersebut menjungkirbalikkan ilmu ekonomi yang selama ini diajarkan turun-temurun tersebut.
Temuan itu menunjukkan, yang terpenting bukanlah jumlah uang yang kita punya, tetapi bagaimana kita membelanjakannya! Orang yang menyedekahkan uangnya untuk membantu mereka yang membutuhkan, atau berbelanja hadiah untuk diberikan kepada orang lain ternyata lebih bahagia daripada mereka yang menghamburkan uang untuk kepuasan diri sendiri.
Penelitian terkait sekitar 3 tahun sebelumnya memperlihatkan bahwa kaum kaya sedikit lebih bahagia daripada kaum miskin. Akan tetapi kaitan antara kekayaan dan kebahagiaan tersebut lemah, dan pakar ekonomi berusaha keras mencari penjelasan atas pertanyaan, misalnya, mengapa di Amerika Serikat warganya tidak menjadi lebih bahagia ketika harta benda mereka semakin berlimpah.
Demikian tulis Elsa Youngsteadt yang mengulas hasil penelitian Elizabeth Dunn itu di ScienceNOW Daily News, 20 Maret 2008 dengan judul “The Secret to Happiness? Giving”. (Rahasia Menuju Bahagia? Memberi). Hasil temuan yang sama ini dikupas oleh Brendan Borrell di majalah ilmiah kondang, Nature, di bawah judul “Money buys happiness. Especially if you give it away.” (Uang membeli kebahagiaan. Terutama jika Anda Menghadiahkannya) .
Sang peneliti, pakar psikologi sosial, Elizabeth Dunn, dalam kajiannya ingin menemukan jenis pembelanjaan uang seperti apa yang sebenarnya membuat orang bahagia. Ia dan rekannya meneliti 109 mahasiswa universitasnya. Tidak heran, kebanyakan berkata bahwa mereka lebih bahagia dengan uang 20 dolar ketimbang hanya 5 dolar. Para mahasiswa itu menambahkan bahwa mereka akan membelanjakannya untuk diri sendiri ketimbang untuk orang lain.
Di sisi lain, Dunn dan timnya memberi 46 mahasiswa lain dengan amplop berisi uang 5 dolar atau 20 dolar, tapi tidak membiarkan mereka bebas memilih untuk apa uang tersebut akan dibelanjakan. Yang dilakukan peneliti itu adalah menyuruh mereka membelanjakan uang itu untuk hal-hal tertentu.
Menariknya, mahasiswa yang mengeluarkan uang untuk amal kemanusiaan atau membeli hadiah untuk orang lain pada akhirnya lebih bahagia dibandingkan mereka yang membelanjakan untuk kepentingan pribadi, seperti melunasi rekening atau bersenang-senang.
Ternyata fenomena ini tidak berlaku untuk kalangan mahasiswa saja. Kelompok penelitian Dunn juga melakukan jajak pendapat pada 16 karyawan di sebuah perusahaan di Boston sebelum dan sesudah mereka mendapatkan bonus dengan beragam besaran. Selain itu Dunn dan rekannya mengumpulkan data tentang gaji, pengeluaran, dan tingkat kebahagiaan dari 632 orang di seantero Amerika Serikat.
Kesimpulannya sungguh menarik. Di kedua kelompok orang tersebut, kebahagiaan ternyata ada hubungannya dengan jumlah uang yang dikeluarkan untuk orang lain daripada jumlah absolut bonus atau gaji.
Hasil temuan ini “membenarkan dugaan kami lebih kuat daripada yang berani kami impikan,” kata Dunn. Pengaruh membelanjakan uang demi kebaikan orang lain mungkin mirip olah raga yang memiliki pengaruh seketika maupun dampak jangka panjang, papar Dunn sebagaimana ditulis Elsa Youngsteadt.
Satu kali memberi mungkin menjadikan seseorang bahagia dalam sehari, tapi ketika kebiasaan memberi ini menjadi sebuah cara hidup, dampak kebahagiaan itu bisa menjadi sangat lama, papar Dunn.
Yang tak kalah menarik, di akhir tulisan ilmiahnya, sang pakar, Dunn, berharap bahwa temuannya itu suatu saat bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan dalam menganjurkan sikap kedermawanan kepada warganya yang mengabaikan manfaat sikap positif ini. Menurutnya, hal ini dalam rangka menciptakan warga negara yang cenderung memberikan harta mereka untuk kebaikan orang lain, sehingga bertambahnya kekayaan warga beriringan dengan semakin meningkatnya kebahagiaan warga negeri tersebut.
Pakar ekonomi Andrew Oswald dari University of Warwick, Inggris, menganjurkan bahwa hasil kajian ini perlu dikukuhkan lebih lanjut dengan memperbesar jumlah orang yang diteliti, hingga mendekati 1000 orang, agar kesimpulannya benar-benar meyakinkan. Terlepas dari itu, Oswald berujar bahwa hasil penelitian Dunn bakal mengejutkan kebanyakan pakar ekonomi. Sebab selama ini mereka beranggapan bahwa membelanjakan uang untuk diri sendiri memberikan kebahagiaan terbesar.
“Ini adalah hasil temuan yang membuat penasaran yang tidak akan Anda temukan di 101 buku pelajaran Ekonomi,” kata Oswald. (cs/ScienceNOW Daily News/www.hidayatullah. com]

Monday, November 12, 2007

SEKARANG ADALAH SAAT YANG TEPAT UNTUK MENDAPATKAN UANG

Bagi orang yang gagal senantiasa akan mencari alasan untuk menutupi kelemahannya. Tetapi bagi orang yang ingin sukses selalu mencari kesempatan yang baik dalam apa jua keadaan.
Jika keadaan ekonomi semasa kurang baik, maka ia akan berkata: " Sekaranglah waktu yang tepat untuk mendapatkan uang". Dan jika keadaan ekonomi negara baik, iapun akan berkata : "Sekarang waktu yang tepat untuk mendapatkan uang".
Keadaan semasa bukan halangan baginya untuk mendapatkan uang.

OUR LIVES IN MONEY

A well known sepaker started off his seminar by holding up a $20.00 bill. In the room of 200, he asked,: "Who would like this $20 bill?. Hands started going up.
He said: " I am going to give this $20 to one of you but first, let me do this". He proceeded to scrumple the $20 dollar bill up. He then asked "Who still wants it?. Still the hands were up in the air. "Well", he replied. "What if I do this?" And he dropped it on the ground and started to grind it into the floor with his shoe. He pick it up, now crumpled and dirty. "Now who still wants it?. Still the hands went into the air. "My friends, we have all learned a very valuable lesson", he said., "No matter what I did to the money, you still wanted it because it did not decrease in value. It was still worth $20.
Many times in our lives, we are dropped, crumpled, and ground into the dirt by the decisions we make and the circumstances that come our way. We feel as though we are worthless. But no matter what has happened or what will happen, you will never lose the value. Dirty or clean, crumpled or finally creased, you are still priceless....... and especially to tho those who loves you.
The worth of our lives comes not in what we do or whom we know, but by BY WHO WE ARE.
You ara SPECIAL - Don't EVER forget it".

Wednesday, November 7, 2007

KAYA DAN SEKOLAH TINGGI

Banyak orang tidak sekolah tinggi tapi kaya. Dan tidak sedikit orang sekolahnya tinggi tapi tidak kaya harta. Maka tidak heran jika kadang-kadang orang tidak berminat bersekolah tinggi dan ingin segera bekerja cari duit. Mungkin disebabkan oleh keadaan ekonomi keluarga atau karena kemalasan.
Oleh itu sebaiknya niat belajar harus dibetulkan bukan untuk mencari kekayaan tetapi untuk beribadah karena tuntutan agama. Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat daripada orang-orang lain. Inilah anjuran agama agar ummat Islam senantiasa mencari ilmu.
Orang yang berilmu tidak sama dengan orang yang tidak berilmu.
Carilah ilmu sejak dari buaian sehingga sampai ke liang lahat.
Orang yang mencari ilmu adalah termasuk orang yang berjihad di jalan Allah.
Dan masih banyak lagi.
Janganlah hanya mengejar kekayaan dengan meninggalkan sekolah. Walaupun memang banyak orang bisa kaya tanpa sekolah. Tetapi alangkah baiknya kalau seseorang itu kaya, beriman dan berilmu (sekolahnya tinggi).

Tuesday, November 6, 2007

SATU RINGGIT DAN SATU JUTA RINGGIT

Saya pernah mendengar guru saya Dominique dari Australia berkata: Tidak ada bedanya satu dolar dan satu juta dolar. Jika anda mampu menyimpan satu dolar, bermakna anda bisa menyimpan dua dolar. Karena anda hanya tinggal menambah satu dolar lagi. Dan selanjutnya tentunya anda mampu menyimpan tiga dolar dengan hanya menambah satu dolar lagi. Jika anda lakukan terus menerus dengan hanya menambah satu dolar sahaja setiap saat, maka pasti lama-lama akan terkumpul juga sebanyak satu juta dolar. Apa bedanya satu dolar dan satu juta dolar jika hanya menambah satu dolar setiap saat".
Kelihatannya mudah dan sederhana. Tapi bagi saya : ini pelajaran penting. Kadang-kadang kita sendiri yang menganggap bukan merupakan uang jika jumlahnya sedikit. Kita akan mengatakan memiliki uang jika kita sudah memiliki jutaan uang. Kita sering tidak menghargai uang sen atau satu ringgit. Padahal dari sedikitlah lama-lama menjadi bukit.
Selamat menjadi jutawan jika anda rajin mengumpulkan uang yang kecil-kecil ini. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Saturday, November 3, 2007

BERTANGGUNG JAWAB

Orang yang suka menyalahkan orang lain adalah orang yang tidak bertanggung-jawab.Karena orang yang bertanggung jawab adalah orang yang mengkaji kesilapan sendiri dan tidak mengulangi lagi tanpa menyalahkan orang lain. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang mengetahui setiap kejadian yang menimpa dirinya tidak lain adalah karena dia juga ikut terlibat mengakibatkan kejadian tersebut. Namun orang yang tidak bertanggung jawab biasanya akan mencari kambing hitam dan coba senantiasa menyalahkan orang lain.
Orang yang bertanggung jawab adalah orang memperhitungkan apa-apa akibat perbuatan yang telah diperbuatnya itu. Oleh karena itu orang yang bertanggung jawab sentiasa berhati-hati dalam menentukan segala keputusan yang akan diambil dan menyesali apa yang diakibatkan oleh perbuatannya.
Penyesalan yang tidak berkesudahan akan lebih menghancurkan masa depan sendiri. Biarlah perkara yang sudah berlalu biarlah berlalu. Ia merupakan sebuah taqdir yang sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa di atas. Yang penting adalah bukan masa lalu tetapi masa depan. Apa yang akan datang adalah yang penting yang perlu kita hadapi dengan penuh tanggung jawab. Tidak perlu bersedih dengan masa lalu. Hadapilah masa depan dengan penuh rasa tanggung jawab dan perasaan gembira.

JANGAN BERSEDIH

Hindarkan kesedihan. Kesedihan akan semakin menghancurkan anda. Anda tidak akan dapat berfikir secara maksimal. Anda tidak akan bertenaga. Anda akan sakit dan anda tidak dapat ide-ide cemerlang.
Untuk menghindari kesedihan, janganlah melakukan apa yang bukan dalam wilayah kekuasaan anda, bukan wilayah kewajiban anda, bukan tanggung-jawab anda. Tidak perlu stress. Tidak perlu tertekan. Tidak perlu panik. Berenanglah, dan bahagiakanlah diri anda. Hiduplah dalam keadaan aman damai. Kerjakan apa yang menjadi kewajiban anda, dan serahkan kepada Allah apa apa yang anda tidak mampu atau yang bukan kewajiban anda.
Bertetaplah anda dalam keadaan bahagia, bersabar.
Terimalah dengan lapang dada apa yang sedang anda hadapi saat ini bahwa ia merupakan kehendak Allah. Tidak ada satu kejadian apapun di dunia ini akan terjadi melainkan kerana Allah tela Mengizinkan berlaku. Terimalah ia sebagai taqdir dengan perasaan lapang dada.

KENALI DIRI ANDA NISCAYA ANDA MAJU

Siapakah anda ? Siapakah diri anda ?. Jika anda belum dapat mengenali diri anda, maka janganlah mengharap orang lain akan mengenali anda.
Kenapa anda wujud ? dari manakah anda dan akan ke manakah anda ?. Apa yang anda telah miliki ? dan apa yang anda inginkan ?. Siapakah yang mewujudkan anda dan Siapakah yang memberikan apa-apa yang ada pada diri anda dan apa-apa yang anda miliki ?
Apakah anda menghargai diri anda ? jika anda belum menghargai diri anda sendiri, janganlah anda minta dihargai oleh orang lain.
Bagaimanakah menghargai diri sendiri ? Bagaimanakah menghargai apa yang ada pada diri ini ? bagaimana menghargai apa yang anda miliki ?.
Jika anda tidak menghargai semua yang ada ini, maka bagaimanakah orang lain akan menghargainya ?.
Renungkanlah semua pertanyaan di atas. Kenalilah diri anda niscaya anda menemukan jalan kesuksesan.

Thursday, November 1, 2007

MARAH

Tidak banyak orang yang dapat mengawal kemarahan. Padahal MENGAWAL KEMARAHAN lah yang dituntut oleh Islam. Marah tidak mungkin dipisahkan dari manusia kerana marah merupakan salah satu sifat manusia. Namun mengawal kemarahan hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang bijaksana sahaja.
Marah bisa menyebabkan kehancuran dan kegagalan, huru hara dan peperangan yang berkepanjangan. Mengawal kemarahan merupakan perbuatan yang bijak dan termasuk antara tanda-tanda orang yang bertaqwa.
Oleh itu janganlah mudah melngumbar kemarahan. Dalam pepatah: Permulaan marah itu Gila dan Akhir kemarahan adalah penyesalan.
Nabi Muhammad juga pernah melarang jangan marah dan mengulang-ulang sebanyak 3 kali. Jangan marah ! Jangan marah ! jangan marah !.
Kawallah kemarahan anda maka anda akan beruntung.

MENEPATI JANJI

Sekali anda tidak menepati janji mungkin masih bisa diterima karena ada alasan yang kuat. Namun apabila anda sudah tiga kali atau lebih tidak menepati janji maka hilanglah harga diri anda. Anda tidak akan dipercaya lagi. Apapun alasan anda. Orang tidak akan menerima alasan anda. Orang hanya menyangka anda tidak menghargai mereka, tidak menghargai waktu mereka, tidak menghargai tenaga mereka, tidak menghargai pengorbanan mereka.
Hati-hati terhadap janji yang anda pernah keluarkan. Walaupun terhadap anak anda. Apatah lagi terhadap isteri / suami, orang-orang dekat anda, atau kawan bisnis anda. Janganlah anda mencoba tidak menunaikan janji anda. Janji anda adalah anda. Janji anda adalah harga diri anda. Janji anda adalah kejayaan anda. Janji anda adalah harta anda.

MEMBERI DAN MENERIMA

MEMBERI adalah pangkal kebahagiaan, kemuliaan, kesuksesan, kekayaan, kemenangan, kehebatan, kegagahan, kebesaran, dan segala apa yang baik-baik. Oleh karena itu banyak ayat dan hadist yang menyuruh kita memberi. Yang dimaksudkan MEMBERI di sini tidak semestinya berupa uang. Kadang-kadang bisa berupa tenaga, fikiran / idea atau sekadar senyuman dan jasa baik. Perkataan yang sederajat dengan MEMBERI adalah membahagiakan, membantu, menolong, mengajar orang lain, menulis untuk orang lain dan memudahkan orang lain dan sejenisnya yang pada dasarnya membuat orang lain bergembira.
Lawan perkataannya adalah MENERIMA. Perbuatan MENERIMA bukanlah haram tetapi tidak digalakkan di dalam agama. Jika seseorang hanya terfokus kepada perbuatan MENERIMA sahaja, maka sukar baginya untuk mencapai apa-apa kejayaan. MENERIMA simbolik dengan kelemahan, kehinaan, kekecilan, kegagalan, kehancuran dan apa sahaja yang kurang baik.
PeEKr yang sederajat dengan MENERIMA adalah meminta, mengharap, meratap, minta belas kasihan, mengemis, mengharap subsidi.
Karena MENERIMA tidak dilarang, maka jika kita melakukan perbuatan MENERIMA, seharusnya kira mempunyai cita-cita untuk MEMBERI. Dengan itu kelemahan sementara kita bisa berubah menjadi kekuatan.
Jika kita menerima ilmu seharusnya kita berusaha untuk mengajar / memberikan ilmu itu kepada orang lain.
Jika kita menerima uang, maka seharusnya kita kembangkan uang itu agar kita bisa memberi bantuan uang kepada orang lain.
Berusahalah MEMBERI setiap saat, maka anda akan kuat dan berjaya. Insya Allah.

Tuesday, October 16, 2007

ANDA DAN KESYUKURAN

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (surah Ibrahim 14, ayat 7).

Enak didengar dan mungkin sudah kerap kita dengar maksud ayat ini, namun tidaklah mudah bagi seseorang untuk melakukannya. Karena jika ia malakukan maksud ayat ini niscaya ia akan berjaya dalam hidupnya.

Dalam buku "The Secret": Banyak orang menjalani hidup dengan cukup benar tetapi tetap miskin kerana kurang bersyukur. – Wallace Wattles.

Janganlah anda selalu mengeluhkan apa yang tidak anda miliki. Saya tidak memiliki rumah yang saya inginkan, saya tidak memiliki mobil yang saya idamkan, saya tidak memiliki uang yang banyak, saya tidak memiliki ……….ini itu dan lain sebagainya. Keluhan-keluhan seperti ini akan memberikan efek yang sangat negatif bagi semangat anda. Anda tidak pernah mensyukuri apa yang ada sehingga apa yang anda miliki seakan-akan tidak ada harganya sama sekali. Ini amat berbahaya. Inilah yang dinamakan siksaan hidup.
Sepatutnya anda harus menfokuskan kepada yang anda miliki saat ini. Dengan demikian anda akan bersemangat selalu dalam hidup anda. Anda tidak mungkin mempunyai uang yang banyak jika anda tidak mensyukuri uang yang sekarang ada pada anda. Seberapapun wang yang ada. Anda tidak mungkin memiliki rumah yang anda idamkan jika anda tidak mensyukuri rumah yang anda tinggali saat ini, sebesar apapun rumah anda. Anda tidak mungkin mempunyai kendaraan idaman anda jika anda tidak mensyukuri kendaraan yang ada saat ini. Inilah kunci keberhasilan.
Dengan mensyukuri nikmat, hati anda akan merasa tenang. Ketenangan akan membawa kepada kebaikan-kebaikan yang lain. Dan jika anda senantiasa mengeluh, maka anda tidak akan merasakan ketenangan dan tidak dapat menfokuskan tujuan hidup anda.
Fokuslah kepada apa yang anda inginkan. Janganlah berfokus kepada apa yang tidak anda miliki. Insya Allah anda akan berjaya.

Monday, October 15, 2007

ANDA DAN CINTA

Aku dekat Engkau dekat.
Aku jauh Engkau jauh.
Begitulah bunyi beberapa perkataan yang ada di dalam sebuah lagu Bimbo. Mungkin inilah yang dimaksudkan dalam hukum cinta. Jika kita mencintai Allah, maka Allah akan mencintai kita. Dan jika kita tidak mencintai Allah, maka apakah mungkin Allah akan mencintai kita ?. Saya fikir tidak mungkin Allah akan mencintai kita jika kita tidak mencintai-Nya.
Oleh itu jika kita ingin dicintai oleh Allah yang memiliki kekayaan alam semesta ini, hendaklah kita berusaha untuk mencintai-Nya.
Cinta pasti memerlukan pengorbanan. Kadang-kadang pengorbanan bukan hanya sekadar tenaga dan harta sahaja bahkan sampai kepada pengorbanan nyawa sekali.
Itulah yang biasa dilakukan oleh manusia-manusia yang dilamun cinta termasuk cinta kepada kekasihnya.
Jika anda ingin dicintai oleh suami / isteri anda, hendaklah anda mencintainya terlebih dahulu sebelum anda mengharapkan cintanya terhadap anda. Anda tidak mungkin mendapatkan cintanya, jika anda tidak mencintainya. Cinta memerlukan pengorbanan. Jika anda enggan berkorban apa-apa untuk pasangan anda, maka bukanlah itu dinamakan cinta.
Cinta terhadap uang. Cinta terhadap harta. Tidak jauh dari itu. Kita tidak mungkin bisa kaya kalau kita tidak suka terhadap uang. Dan kita tidak mungkin mempunyai rumah yang bagus kalau kita tidak menyukai rumah yang bagus. Oleh itu syarat untuk kita memiliki apa yang kita idamkan, adalah kita harus menyukainya.
Kita boleh mencintai apa sahaja yang ada di alam ini, namun cinta kita tidak boleh melebihi cinta kita terhadap Allah dan Rasul-Nya. Itulah sebenar-benar cinta. Bahkan di dalam sebuah hadits diterangkan bahwa salah seorang yang akan mendapat kemanisan iman adalah orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari segala-segalanya.

Wednesday, October 10, 2007

ALAM DAN SUNNAHNYA

Allah telah menciptakan alam ini lengkap dengan sunnahnya sekali. Contohnya kalau ada benda jatuh, maka jatuhnya pasti ke bawah. Ini sunnah alam karena Allah telah menciptakan bumi dengan sistem grafitasinya. Contoh lagi biji jagung apabila ditanam maka akan tumbuh tanaman yang mempunyai buah jagung. Dan banyak lagi contoh lain dalam sunnah alam ini. Semua itu diciptakan oleh Allah untuk manusia agar berfikir. Bagi orang yang menafikan adanya Tuhan, akan mengatakan bahwa itu sudah menjadi sunnah alam bukan kerana ciptaan Allah. Padahal alam dan sunnahnya memang diciptakan oleh Allah.
Sunnah alam sebenarnya banyak sekali contohnya: orang yang baik akan menerima banyak kebaikan atau yang biasa disebut hukum karma. Hukum balasan, atau ada orang yang menyebutnya hukum tarik menarik. Contohnya hukum tarik menarik adalah bahwa apa yang kita terima saat ini adalah hasil daripada apa yang pernah kita fikirkan. Jika kita mengatakan perkara yang baik-baik maka banyak perkara baik akan kembali kepada kita. Begitu juga apabila mengatakan yang tidak baik, maka banyak perkara yang tidak baik akan kembali kepada kita. Kita lah sumber dan penyebabnya. Oleh itu berfikirlah dan berkatalah yang baik-baik kerana semua itu akan kembali kepada diri kita semula. Inilah hukum tarik menarik atau sunnah alam.
Orang yang sentiasa berfikiran positif maka ia akan mendapatkan perkara yang positif. Dan orang yang sentiasa berfikiran negatif maka ia akan mendapatkan nasib yang kurang baik. Ini penting. Segalanya bermula dari kita, dari fikiran dan hati kita.
Oleh itu di dalam Islam memang amat dilarang sama sekali sikap "putus asa". Putus asa dianggap sebagai sifat orang-orang yang kufur.
Kita mesti bersikap positif, berkata positif dan berfikiran positif.

CITA-CITA DAN MATLAMAT

Keadaan hidup anda saat ini adalah terwujud oleh cita-cita anda di masa lalu. Jika anda sekarang ini dalam keadaan tidak menentu, maka kemungkinannya anda juga tidak mempunyai cita-cita yang jelas di masa lalu. Dengan kata lain, apa yang anda capai saat ini adalah produk fikiran dan harapan anda waktu dulu.
Oleh itu jika anda ingin merubah nasib anda agar tidak seperti sekarang ini, anda harus menentukan cita-cita dan tujuan hidup anda dengan jelas. Kalau anda masih tidak mempunyai cita-cita yang jelas, maka kemungkinannya masa depan anda pun tidak akan berubah. Nasib anda masa depan anda bisa anda rubah dengan merubah tujuan hidup anda saat ini. Allah tidak merubah nasib suatu kaum selagi kaum itu tidak merubah nasibnya sendiri.
Cita-cita yang jelas dimaksudkan adalah cita-cita dengan gambaran yang jelas. Contohnya jika anda bercita-cita ingin mempunyai rumah, anda harus perjelaskan rumah yang bagaimana, rumah yang luas seberapa, dicat dengan warna apa, bagaimana perabotnya, bagaimana hiasan luarnya, lampunya bagaimana bentuknya dan lain sebagainya yang sedetail mungkin. Anda juga membayangkan bahwa anda duduk di dalamnya, melihat luarannya, jalan ke depan ke belakang, seakan-seakan rumah itu sudah wujud.
Contoh lain seperti anda menginginkan uang yang banyak. Banyaknya seberapa. Berapa ratus, berapa ribu dan berapa juta harus jelas. Anda bayangkan anda memegangnya dan sedang menghitung-hitung uang itu. Ini penting, seakan-akan uang itu sudah berada di hadapan kita. Selama cita-cita itu tidak jelas, maka sukar bagi anda untuk mencapainya.
Anda tidak perlu dibingungkan dengan cara bagaimana mendapatkannya. Itu langkah yang kedua. Bahkan sesetengah orang menganggapnya tidak terlalu penting. Tujuan dan cita-cita itulah yang paling penting. Anda harus menfokuskan seluruh kekuatan untuk mencapai apa yang anda cita-citakan.
Anda bebas menentukan apa sahaja cita-cita anda. Terserah kepada anda, tetapi mesti jelas dan terperinci. Bayangkan siang malam seakan-akan apa yang anda impikan sudah terjadi.

UANG DAN ANDA

Uang akan sukar dicari jika anda dalam keadaan susah hati. Seakan-akan uang itu tahu dan mempunyai mata yang bisa melihat apakah anda dalam keadaan susah hati atau dalam keadaan gembira. Biasanya uang akan datang kepada orang yang dalam keadaan gembira. Tidak heran kalau orang gembira biasanya malah semakin banyak uang. Karena apa ? karena uang itu suka singgah pada orang-orang yang dalam keadaan gembira. Sebenarnya bukan hanya uang yang suka singgah bahkan manusia pun akan suka singgah pada orang-orang yang dalam keadaan happy. Coba jawab dengan jujur: apakah anda suka tinggal bersama orang yang susah ?.
Anda tidak perlu percaya bahwa uanglah yang membuat seseorang bahagia. Sebenarnya banyak orang yang mati bunuh diri padahal dia kaya. Kebahagiaan tidak melihat anda miskin atau kaya. Anda bisa bahagia walaupun anda belum kaya. Untuk bahagia anda tidak perlu menunggu datangnya uang yang banyak. Jika anda mempunyai keyakinan seperti itu maka mungkin anda tidak pernah merasakan kebahagiaan. Kerana selagi anda belum bahagia, maka uang itu akan semakin sukar dicari dan mendekat kepada kita. Percayalah.

SIAPAKAH YANG AKAN MEMBAHAGIKAN KITA ?

Allahlah yang akan membahagiakan kita. Tetapi mungkinkah Allah akan membahagiakan kita kalau kita tidak mahu dibahagiakan ?. Dalam salah sebuah firman-Nya, Allah menerangkan bahawa Allah tidak akan merubah nasib manusia selama manusia itu tidak mahu merubah nasibnya sendiri.
Maka dari itu kita mesti siap merubah diri untuk hidup bahagia sebelum Allah merubah diri kita. Allah akan mengabulkan kehendak kita jika memang menginginkan kehendak tersebut.
Bagaimana caranya agar kita bahagia ?.
Pertama kita mesti ridha terhadap keadaan kita saat ini. Kita ridha terhadap apa sahaja yang kita miliki saat ini. Kita ridha dengan apa yang ada. Kita ikhlas dengan apa sahaja yang ditentukan oleh Allah untuk kita pada saat ini. Bisakah kita melakukan ini ?. Ini sangat penting sekali sebagai permulaan kita untuk melangkah kepada harapan yang lebih jauh.
Tanpa keridhaan maka hidup kita akan merana. Hidup kita akan susah. Karena kita akan senantiasa melihat kepada apa yang kita tidak miliki. Kita terlupa bahwa kita sudah banyak memiliki namun kita tidak memanfaatkannya. Banyak orang yang tidak memiliki apa yang kita miliki, namun kita sia-siakan begitu sahaja. Ini sama dengan orang yang tidak pandai mensyukuri nikmat. Gajah di pelupuk mata tidak nampak, kuman di seberang lautan nampak. Ini suatu penyakit. Jika kita tidak ridha dengan apa yang Allah berikan kepada kita saat ini, maka sukarlah kita akan mencapai kebahagiaan. Ridha dengan keadaan saat ini adalah kunci untuk meraih kebahagiaan-kebahagiaan yang lain.
Dengan keadaan ridha ini kita akan mendapatkan ketenangan. Dengan ketenangan inilah fikiran kita akan bekerja dengan baik. Kesehatan kita pun akan membaik. Masa depan pun akan terlihat cerah. Dari sinilah Allah akan membuka pintu kebahagiaan yang luas.
Hindari keluhan-keluhan dan ratapan-ratapan. Tukarlah dengan kesyukuran-kesyukuran dan senyuman-senyuman. Insya Allah Tuhan akan menambah kebagiaan kepada kita.

HIDUP ITU INDAH

Banyak orang merasakan kesusahan di dunia ini. Banyak problema yang harus dihadapi. Semakin merasakan problem semakin datang problem yang lain. Seakan-akan benar pepatah yang sering diucapkan oleh banyak orang: Sudah jatuh ditimpa tangga.
Mari kita coba keluar dari segala kesukaran dan kesulitan hidup. Pelajaran pertama yang mesti diyakini adalah: bahwa Hidup itu Indah.
Cobalah tersenyum setiap pagi. Jangan lupa mengucapkan Alhamdulillah setelah bangun tidur. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kita setelah mematikan kita dan kepada-Nyalah kita kelak dihimpunkan.
Tataplah dunia ini dengan penuh kehangatan. Tataplah dunia ini dengan semangat bahwa kita akan berjaya menghadapi hari yang cemerlang ini.
Tengoklah burung yang berkicau setiap pagi menandakan kesyukuran. Mereka senantiasa bergembira dengan ceria setelah bangun tidur. Padahal mereka belum pasti apakah mereka akan mendapatkan makanan pada hari itu atau tidak. Namun para burung itu senantiasa bersyukur sebelum bergerak mencari rezeki. Mereka bersemangat dan pasrah kepada Allah. Mereka berhasil, bahkan mampu menghidupi anak-anaknya.
Alangkah indahnya hidup ini. Falsafah ini akan membuka tirai kebahagiaan pada setiap saat ia meyakini bahwa hidup itu indah.
Kebahagiaan pertama akan mengundang kebahagiaan-kebahagiaan yang lain. Barangkali inilah antara maksud ayat yang mengatakan bahwa Sesiapa bersyukur maka Allah akan menambahkan lagi nikmat-nikmat-Nya,